Filed under: politik dan sosial

SEPATU
Entah apa yang sedang terlintas dalam pikiran Muqtada Al-Zaidi ketika ia melemparkan sepasang sepatunya ke muka George Walker Bush. Mungkin ia sedang mengungkapkan kemarahan sebagian besar rakyat Irak terhadap politik ofensif Bush yang telah menghancurkan seluruh sendi kehidupan masyarakat Irak. Mungkin juga ia sedang tidak nyaman dengan sepatu barunya yang kekecilan atau berasa gatal. Lalu waktu itu ia sedang bosan-bosannya mendengarkan pidato propaganda Bush yang menyatakan kemenangan ‘Demokrasi’ telah diraih di Irak, ia sambit Bush dengan sepatu itu. Untung Bush pernah aktif di perkumpulan Soft Ball di Yale, jadi ia dengan sigap juga berhasil menghindar dari ‘bom kulit’ itu.
Sepatu bagi budaya arab mewakili symbol derajat yang rendah. Menunjukkan sepatu ke muka orang lain, berarti ia menganggap orang tersebut mempunyai derajat yang rendah, apalagi menyambitnya.
Tapi bukan berarti Bush tidak layak mendapat pujian. Pujian pertama, gerak refleksnya masih bagus. Yang kedua adalah komentarnya mengenai insiden tersebut. Menurutnya, hal itu wajar saja. “Dalam dunia yang demokratis, itu seperti kita turun ke jalan untuk berunjuk rasa…” katanya. Komentar yang wajar bagi seorang politisi ulung yang ahli memanipulasi setiap input.
Bagi Bush, mungkin momen tadi menegaskan kebenaran kata-katanya tentang berhasilnya intervensi untuk menjalankan demokrasi di Irak.” Lha, orang bisa nyambit gue…!” walaupun dalam hatinya ia mengumpat,”Guantanamo tau rasa, Lu!”
Pujian segera mengalir bagi Zaidi, baik dari dunia Islam yang selama ini banyak dirugikan oleh kebijakan Bush demi melindungi Israel dan demi ideology kapitalisnya, bahkan dari pemimpin Negara-negara amerika Selatan. Hugo Chaves yang sudah lama jadi mush Bush berkomentar,” Zaidi seorang yang pemberani !”
Chaves mungkin geram juga dengan Bush. Seperti di ketahui, Bush dengan berbagai macam cara berusaha mengacak-acak stabilitas kawasan Amerika selatan. Dengan mengadu domba Kolombia (sekutu amerika) dengan Negara-negara tetangganya, misalnya. Bahkan diwaktu lalu penyerbuan-penyerbuan rahasia untuk mengkudeta pemimpin amerika selatan sering dilakukan Amerika.
Seperti kita ketahui juga, Amerika latin banyak dikuasai oleh rezim sosialis yang menjadi penghalang bagi kapitalisme, terlebih setelah terjadi nasionalisasi asset-aset perusahaan minyak asing oleh evo morales di Bolivia. Bush sang tentara kapitalsi tentu saja tidak mau hal itu terjadi. Jadi, dengan segala cara ia berusaha untuk mengontrol kebijakan-kebijakan Negara Amerika Selatan walaupun dengan cara-cara yang kotor khas kolonialis.
Karena itu tidak heran jika pemimpin-pemimpin Amerika selatan geregetan kepada Amerika. Mungkin jika bisa, Hugo Chaves sendiri mau melemparkan sepatunya ke muka Bush. Reaksi Bush ? Ia akan terkekeh mengejek,” Rudal aantar benua aja gue rontokin. Apalagi sepatu butut, LU! Ciaat ! Haiyya !
Tinggalkan sebuah Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar